Membaca
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah,
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam,
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya,
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia apa yang tidak melampaui batas,
Karena dia melihat dirinya serba cukup,
Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu).
Surat ke 96 yaitu al a’alaq (segumpal darah) ayat 1-8.
Untuk selalu mengingat apa yang mulai aku pelajari lebih awal. Mencari tujuan hidup, untuk mencari setitik demi setitik Ridho dari Allah SWT di bumi-Nya. Memulai dengan membaca, mencoba untuk membaca dan berusaha untuk membaca.
Aku percaya setiap manusia bisa membaca. Mungkin tidak smeua di dunia ini yang belajar dibangku sekolah untuk mengenal huruf-huruf alfabet atau hijaiyah. Seperti aku dan teman-temanku yang masuk menjadi kalangan tepelajar. Aku sadari itu sebuah kelebihan yang kami miliki, menikmati bangku sekolah.
Tapi aku juga tak ingin menepiskan orang-orang yang tidak pernah menikmati bangku sekolah. Mereka hanya bisa belajar dari alam sekitarnya. Bagaimana pemberian kasih sayang burung elang terhadap anak-anaknya. Bagaimana padi merunduk saat telah berisi. Bagaimana pohon beringin merindangkan daunnya atau putri malu yang mengatup daunnya jika tersentuh. Alam mengajarkan dan memberikan banyaka pelajaran dengan cara "membaca" pikiran dan pola interkasi antara makhluk-Nya.
Tidak ada yang tidak berarti dalam dunia ini. Tinggal makhluk yang bernama manusia sebagai makhluk yang memiliki sisi kelebihan dari pada makhluk lain, yang mau atau tidak untuk memelihara, menyayangi dan belajar untuk mengerti dunia ini.