-Pilihan tiba-tiba-
si hamba
sedang asyik berharap
seperti
lebah penghisap madu
dini hari
kala hamba lain tidur
ditinggalkan
nikmat dunia
si hamba
bercengkrama pada nafasnya
seperti
ulat tidur dalam kepompong
menerusuk
satu bagian hati
jantung
kencang lari terpacu
si hamba
ruku tanda patuh
seperti
laba-laba kala menjaring
kenali
jiwa menyanding raga
kupas
masa lalu atas cinta
si hamba
sujud terakhir
seperti
singa penuh siaga
potret
lelaki dengan tangan damai di dua jarinya
peluh
kasih pilihan tiba-tiba
si hamba
duduk terkejut
seperti
sekelompok burung terbang ke selatan
penuh
syukuran dengan jawaban
kala
tersadar atas pertanyaan