[kosong]
jujur, entah begitu nyaman aku memainkan tuts keyboard malam ini. hanya meyakinkan diri untuk berani menulis. saling mendengarkan radio dengan volume yang sangat kecil. sengaja, sekedar terdengar saja. malam ini wilayah kosanku tidak hujan, tidak biasanya. dingin? tidak juga. sangat biasa. sepi? iya, jarum panjang jam dinding hitam di kamarku sudah mendekati angka 12. tapi saat ini aku belum bisa tidur. beberapa sms masuk, sengaja tak kubalas. bukan berarti tak ingin, tapi malas. mungkin itu alasan yang tepat saat ini.
jujur, aku sedikit senang bisa menumpahkan semuanya saat chating dengan mba indri dan ka aang yang sedang ber-ol ria. sedikit meringankan perasaanku. sekedar bisa mengucap syukur saja. dan (terima kasih untuk kalian membantuku). terlebih lagi dengan si farid disela bersibuk ria menulis makalahnya, masih mau menemaniku dengan ocehan dan mainan gambar-gambar YM yang tak jelas (terima kasih ya rid. aku benar2 buntu saat itu) dan selanjutnya untuk nia pane, terima kasih menceritakan masa lalumu yang banyak membantuku untuk tetap bersyukur atas kejadian ini. menemaniku makan baso dengan porsi sambal yang baru kali ini aku berani mencobanya di depan lada atau sekedar mendengarkan tuturan kataku yang sesegukan tak jelas. (maaf jadi merepotkan dirimu)
terima kasih untuk kasih sayang kalian. ya, mereka yang tak tau dan sekedar bilang "kamu kenapa?" atau sms bilang "ji, aku kangen sama kamu,,, aku ingin cerita" atau sms "ji kekampus ga? aku minta temenin dunk" atau sekedar sms bilang "de aji, mba kangen sama ade. sehat-sehat aja kan?" atau sekedar miss call yang menandakan kangen denganku malam ini.
entah aku tak mengerti untuk hal ini, ikatan-ikatan ini yang tak pernah aku mengerti. perasaan yang tak jelas dengan kata-kata masih terus aku pikirkan. makan? untung aku ingat, saat nia lagi sedih juga dia minta anterin makan baso, tadipun aku lakukan begitu. oya, nia minta aku minum susu rasa strawberry, dan aku hanya tersenyum mengikuti pintanya tidak minum susu rasa coklat kesukaanku. mungkin sekedar menenangkan benakmu. maaf aku tidak bisa menepati janji untuk tidak menangis dijalan dari depan lada sampai kosan, tapi untungnya tak ada yg melihat karena gelap. tak jelas.
ya, memang tulisan ini tak jelas. tak ada arti untuk saat aku menulis ini, sekedar melampiaskan kekecewaanku yang begitu besar. sangat. kali ini aku hanya menulis itu… tak lebih.
-malam yang sudah berganti hari. delapan jam lebih sekian setelah aku menerima message off YM-nya-