bLognYa munA

bE fiGht… bE feAt… bE foCus!!!

-puzzle itu bernama air-

Filed under: benak ku,,, — ku74yy113-mun at 4:03 pm on Friday, March 23, 2007

Beberapa waktu lalu aku sempat chating
dengan temanku dan membahas soal kehidupan. Disela mencari tulisan-tulisan
untuk bahan skripsiku tepatnya. Tadinya aku tidak fokus atas pembicaraan kami,
tapi ketika ia menulis tulisan “ya, hidup itu seperti air, mengalir” otakku
mulai berpikir keras. Tulisan itu sempat membuatku sedikit terpana dihadapan
layar komputer beberapa saat. Menimbang dan menganalisis atas tulisan itu dalam
pikiranku.

 

Benakku mulai berbicara. Benarkah kehidupan
itu seperti air, mengalir. Mengalir menuju muaranya titik-titk uap ke awan.
Benarkah harus didahului melalui pegunungan. Lalu terus mengalir ke lautan?
Filosofi air ini yang membuatku bermain dalam permainan puzzle dalam
pikiranku. Akhirnya, aku hanya bertanya kembali dengannya? Kenapa harus
mengalir seperti air? Tapi pertanyaanku dialihkan begitu saja, sayang aku tidak
mendapatkan jawaban yang tepat.

 

Sekian detik kalimat itu masih saja ada
dipikiranku. Ya, air. Air sumber kehidupan segala makhluk hidup. Segala
aktifitas kehidupan tetap harus menghadirkan air. Mulai dari minum, mandi, cuci
pakaian dan lain hal. Buktinya terlalu banyak. Luar biasanya, sekian penelitian
terhadap sekian planet dalam jagat raya di alam semesta ini hanya bumi yang
memiliki air. Tak ada yang lain. Jelaslah, kehidupan hanya bertumpu pada bumi.
Begitu pula didalam tubuh manusia sendiri terdapat air, maksudnya cairan yang
bernama darah. Hampir 2/3 persen. Sama halnya bumi yang isinya penuh dengan
air, 2/3 persen kawasannya adalah air.

 

Sesuai dengan wujudnya, air berbentuk
cairan. Ia mengikuti wadah atau tempat penampungannya. Sesuai dengan hukum
alamnya. Begitu pula hukum alam didalam kehadiran air yang tidak pernah
berkurang atau dilebihkan didunia. perwujudan air pada proses siklusnya. mulai
hujan yang terjadi di suatu wilayah dan membawa air ke daerah pemukiman,
pertanian, atau resapan kepepohonan atau menjadi konsumsi manusia dan hewan
atau kembali ke lautan atau menguap begitu saja karena terkena sinar matahari
didalam awan yang sebenarnya perwujudan air atau embun yang datang di pagi
hari. Begitu seterusnya terhadap proses semestinya air itu ada.

 

Bukan itu yang ada dibenakku saat ini. Entah
apa hanya pikiranku saja? tapi titik-titik air juga punya waktu dimana ia tak
selamanya harus langsung dengan mudah ke muara lautan. Langsung dengan mudah
menjadi titik-titik uap yang terus berkumpul di dalam awan. ia harus mengairi
sawah, memberi minuman dan menyediakan kesenangan para bebek yang bermain di
genangannya. Membiarkan titik-titik air itu menjadi tempat bermain dan menjadi
kubangan kerbau penarik bajak. Sekedar menjadi konsumsi minuman atau untuk
mandi dan cuci plus kakusnya manusia. Atau mungkin dengan mudah kepermukaan
laut dan menjadi penghantam karang-karang keras di pinggir pantai, menjadi
kolam atau tambak yang dipenuhi ikan-ikan atau udang. Atau mungkin membiarkan
menjadi genangan air untuk telur-telur kodok atau jentik nyamuk.

 

Kali ini aku sedikit mengaitkan dengan
perumpamaannya adalah manusia. manusia dalam kehidupannya. Mulai menjadi bayi,
belajar mengenal huruf dan angka, belajar dari kehidupan alam, menjadi dewasa,
menikah, memiliki anak dan cucu dan mati. Siklus manusia. Seperti sebuah
tebakan yang mengatakan “jika di pagi hari dia memiliki empat kaki, jika di
siang hari dia memiliki dua kaki dan di senja hari dia memiliki tiga kaki,
yaitu manusia”. Hanya berurusan dengan waktu. Tidak hanya itu, sama hal nya
dengan air. Manusia menjadi bermanfaat ketika ia mengaplikasikan perbuatannya,
hasilnya akan mudah dirasakan. Hanya menjadi pemain dalam genangan kubangan
kerbau, menjadi penyedia tempat untuk jentik-jentik nyamuk dan penyakit atau
berfungsi yang lebih menyenangkan misalnya menjadi air untuk di minum oleh
makhluk hidup. Tinggal pilih. Bermanfaat atau sekedar lewat?!

 

Ya, mungkin kali ini aku hanya bermain-main
dengan puzzle di kepalaku. Tentang eksistensi air. Pada hakikatnya air tetap
penuh bermanfaat untuk makhluk hidup secara langsung atau tidak langsung.
Begitu juga dengan manusia. Menjadi bermanfaat secara langsung atau tidak
langsung dengan sejarah kehidupan mereka. Tinggal memilih mana yang menarik,
betul?

 

 

^-^ ditulis karena ingin bermain dengan
puzzle otakku dan sekalian memperingati hari air sedunia, tanggal 22 maret yang
lalu.



3 Comments »

18

   Ari

March 26, 2007 @ 5:16 am

“Kenapa harus mengalir seperti air?..” Jawabnya: Karena Manusia tidak bisa menghentikan waktu, sehingga Manusia harus terus berjalan mengikuti waktu yang tidak tau kapan berhentinya. Seperti air yang berjalan mengikuti proses siklusnya. “Seperti katamu..” Bedanya, air iklas akan ke-Takdiran-nya, sedangkan Manusia tidak. Dan Tuhan tau itu! Contohnya: air tidak pernah protes saat keadaannya hanya menjadi pemain dalam genangan kubangan kerbau, menjadi penyedia tempat untuk jentik-jentik nyamuk dan penyakit sedangkan Manusia tidak. Oleh karena itu Allah mencipkan akal dan hati buat kita.. -Selamat terseyum manis-

19

   arif

March 27, 2007 @ 8:30 am

Perumpaannya ke aer lumayan cocok. aer kan bisa buat bikin susu, teh atau kopi. heeh, gak nyambung kan?

20

   HeLMi

March 28, 2007 @ 8:38 am

tapi Airnya sudah tercemar, sayang sekali. Siapa yang harus disalahkan?, silahkan tanya bapak ibumu. Tanya generasi para koruptor, yang mengekploitasi tanpa batas. Manusia tidak tinggal di neraka ketika membunuh atau dibunuh, adanya penguasa dan yang dikuasai, adanya ekosistem habitat makan memakan, binatang pemangsa saling mencengkram, saling memburu, saling berebut kekuasaan, saling merasa paling. dsb. Mereka tinggal di bumi. Air yang terbatas menyebabkan perebutan massal karena unsur kebutuhan yang memaksa. Hati2 terhadap air. ;D

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>