-raungan-
Perempuan tak selamanya suci
Sama dengan lelaki
Kadang tak berhati
Menipu daya tak berperi
Aku jijik
Tangisnya meraung
Memeras benak
Sebagai tampeng
Ih, aku benar-benar jijik
Ia menikmati raungannya
Benar-benar menohok
Atas ulah sadarnya
Kali ini aku benar-benar jijik padanya
si bangsat lonte-lonte malam
Menyayat luka bayi tak bernyawa
Biarkan ia masuk kantong plastik hitam
Untuk apa dia hidup?
Rahimnya tak mau ada nyawa
Untuk apa dia hidup?
Dia bukan Tuhan si pengambil nyawa