si angin
kali ini aku benar-benar mengemis meminta hujan. pasalnya, seingatku sudah beberapa hari ini aku mengeluh kegerahan. pasti berimbas pada air putih. ya, aku seperti ikan yang ditaro didarat. kelelahan. aku mengalami dehidrasi tingkat tinggi dan membutuhkan sekian liter air untuk tiap harinya. galon yang baru 2 hari dibeli saja sudah hampir mau setengahnya. ugh,,,
bingung mau melakukan apa? aktifitas membacaku terganggu, ngetik juga. apalagi tidur. seperti semalam, aku benar-benar kesulitan tidur. aku terpaksa coba bertanya kebeberapa temanku via sms tentang "hawa panas" kota bandalampung. merekapun meng-iya-kan pendapatku. tidak hanya mereka, hawa panas ini mendera semua teman satu kosanku. kebanyakan aktifitas kami tidak dilakukan didalam kamar karena terasa lebih panas. jadi pindah ke ruang tamu. kalaupun ada dikamar, jendela dibuka lebar-lebar, nyalain kipas angin. menyedihkan. mau ke atas alias tempat jemuran, lumayan sedikit membantu untuk mencari si angin. tapi hasilnya, si nyamuk nakal berkeliaran hinggap menggigit kulitku yang memang ekstra sensitif sama nyamuk. ugh,,,
entah, sampai kapan hal ini terjadi? payah nih. dikasih hujan mulu, ngeluh. ya cucian ga kering, ya kedinginan plus sakit flu. dikasih panas mulu, ngeluh lagi. ya kegerahan, banyak nyamuk. harus bersabar memang. plis, si angin datang dikit sih… mampir-mampir kekamarku yang paling ujung, kekosan, tapi yang kecil aja, paling ga hawanya kerasa lebih nyaman,,,,