tulisan bagus,,,
"lis, undangan pernikahan sapa nih?" tanyaku pada sulis tadi pagi.
"ooo, ini mba punya teman. bagus ya? udah lama mba, sulis juga boleh minjem" senyumnya selanjutnya. aku melihat lagi. undangan bentuk kalender. kebetulan nikahnya bulan januari yang lalu. bagus. bukan bentuknya yang membuatku terkesima, tapi tulisan didalamnya. menyentuh sekali dengan perasaanku dari tadi malam. sangat. aku sempat menulis di notebookku. sekedar menulis saja. menapaki kata-katanya. tulisannya begini,
Sebuah Do’a
ya Rabbi,
aku berdoa untuk seorang pria
yang akan menjadi bagian dari hidupku
seorang pria yang sungguh mencintai-Mu
lebih dari segala sesuatuseorang pria yang membutuhkan dukungan-MU
sebagai peneguhnya
seorang pria yang membutuhkan doaku
untuk kehidupannya
seorang pria yang membutuhkan senyumanku
untuk mengatasi kesedihannya
seorang pria yang membutuhkan diriku
untuk melihat hidupnya menjadi sempurnadan aku juga meminta:
Berikanlah aku penglihatan-MU sehingga aku
dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya
dan bukan hal buruk sajaberikan aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata
kebijaksanaan-Mu dan pemberi semangat,
sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari,
dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.
sejurus dari itu, aku baca lagi dibaliknya,,, ada tulisan bagus lagi… begini,,,
Ukiran dalam samudra harapku
ya Allah… Yang Maha Penyayang…
ketika aku berucap "aku cinta padamu"
biarlah kukatakan kepada yang hatinya
tertaut pada-Mu
agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Musebagaimana orang bijak berucap…
mencintai seseorang bukanlah apa-apa…
dicintai seseorang adalah sesuatu…
dicintai oleh orang yangkau cintai sangatlah berarti…
tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah segalanyasemoga kau ridhoi kami untuk bersatu
mengarungi sisa umur…
menapaku jalan kearah-Mu…
dan melukis keindahan untuk dunia
dan akhirat kamiya Rahman…
jika masa adalah belantara
tuntunlah kamu dengan takwa…
subhanallah, bagus sekali kata-kata itu…
membuatku menitikkan air mataku…
entahlah, mungkin karena hormonku belum normal seratus persen
atau karena "sensi"ku belum selesai atau apapun itu.
tapi perasaanku mulai bermain-main…
dan aku terus berusaha untuk menenangkan pikiranku hingga aku menulis blog ini…
sepagi ini hatiku lebih cemas. tapi aku masih terus membaca al-matsurat ini.
sekedar menenangkan benakku semalaman. dari maghrib kemarin tepatnya.
mengerikan. aku terlalu berani, tapi tak apa. toh, jujur itu lebih baik.
-aku yang sedang menenangkan benaknya sendiri-