bLognYa munA

bE fiGht… bE feAt… bE foCus!!!

seseorang itu…

Filed under: coRetAn... — ku74yy113-mun at 2:53 am on Monday, December 10, 2007

tulisan ini juga dapet dari milis,,, menarik :)


http://tholib. wordpress. com/2007/ 04/08/seseorang- itu-bersama- orang-yang- ia-cintai- 2/

SESEORANG ITU BERSAMA ORANG YANG IA CINTAI
Oleh : asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله

Dari Abu Musa al-Asy’ari رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

"Seseorang itu bersama orang yang ia cintai." [Muttafaqun alaihi]

Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk menguatkan cinta kepada para
Rasul dan ittiba’ kepada mereka sesuai dengan tingkatan-tingkatan nya,
serta tahdzir (peringatan) dari cinta kepada lawan mereka. Karena
sesungguhnya cinta (al-Mahabbah) merupakan tanda kuatnya hubungan
antara orang yang mencintai dengan yang dicintai, dan kesesuaiannya
dengan akhlak orang yang dicintai serta tanda bahwa ia mengikuti orang
yang dicintainya itu. Yang demikian merupakan tanda adanya al-Mahabbah
dan merupakan pembangkit al-Mahabbah.

Dan juga, barangsiapa yang mencintai Alloh ta’ala maka rasa cintanya
tersebut merupakan sebesar-besar hal yang mendekatkan dirinya kepada
Alloh. Karena sesungguhnya Alloh تعالى Maha Mensyukuri, Dia membalas
orang yang mendekatkan diri kepada-Nya lebih besar -dengan balasan yang
belipat ganda- daripada yang dilakukan orang tersebut. Dan termasuk
syukur Alloh تعالى adalah : mempertemukannya dengan orang yang
dicintainya, walaupun amalan orang yang mencintai itu sedikit. Alloh
berfirman :

وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ
مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ
وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ
رَفِيقًا

"Barangsiapa menta’ati Alloh dan Rasul, maka mereka bersama
orang-orang yang telah Alloh beri nikmat kepada mereka dari para Nabi,
para orang yang Shiddiq, para Syuhada’ dan orang-orang sholeh, dan
mereka adalah sebaik-baik teman." [QS an-Nisa : 69]

Oleh karena itu Anas berkata :

مَا فَرِحْنَا بِشَيءٍ فَرِحْنَا بِقَولِهِ صلى الله عليه وسلم : "
المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ. قَالَ: فَأَنَا أَحَبَّ رَسُولُ اللهِ صلى
الله عليه وسلم، وَأَبَا بَكَرٍ، وَعُمَرَ، فَأَرْجُوْ أَنْ أَكُوْنَ
مَعَهُمْ

"Kami tidak pernah bergembira sebagaimana gembiranya kami dengan
sabdanya صلى الله عليه وسلم : "seseorang itu bersama orang yang ia
cintai", Anas berkata : "Aku mencintai Rasulullah صلى الله عليه وسلم,
Abu Bakar dan Umar. Dan aku berharap dapat bersama mereka." [1]

Dan Alloh berfirman :

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ

"surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan
orang-orang yang sholeh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak
cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari
semua pintu." [QS. ar-Ro'du : 23]

Dan Alloh berfirman :

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ
أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم
مِّن شَيْءٍ

"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti
mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka,
dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka." [QS.
ath-Thur : 21]

Dan ini merupakan kenyataan, jika seseorang mencintai orang-orang
yang baik, engkau  melihat ia termasuk mereka, ia bersemangat untuk
menjadi seperti mereka. Dan jika seseorang mencintai orang-orang yang
buruk, ia termasuk mereka, dan ia beramal seperti amalan mereka.

Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda :
ا
لْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ

"(Agama) seseorang itu sesuai dengan agama teman dekatnya, maka perhatikanlah dengan siapa kalian berteman dekat." [2]

ومثل الجليس الصالح، كحامل المسك: إما أن يَحْذيك وإما أن يبيعك، وإما
أن تجد منه رائحة طيبة، ومثل الجليس السوء كنافخ الكِيْر: إما أن يحرق
ثيابك، وإما أن تجد منه رائحة خبيثة

"Permisalan teman duduk yang baik/ sholeh seperti pembawa misk,
mungkin ia akan memberimu, atau menjualnya kepadamu atau mungkin engkau
akan mendapati darinya bau yang wangi. Dan permisalan teman duduk yang
buruk seperti peniup bara api, mungkin ia akan membakar pakaianmu dan
mungkin engkau akan mendapati darinya bau yang tidak sedap." [3]

Dan jika ini adalah dalam cinta antara sesama makhluk, maka
bagaimana dengan orang yang cinta kepada Alloh dan mendahulukan cinta
dan takutnya di atas segala sesuatu? Sesunguhnya ia bersama Alloh, dan
telah menghasilkan pendekatan yang sempurna dari-Nya. Yaitu kedekatan
orang yang saling mencintai, dan Alloh bersamanya. Maka :
إ
ِنَّ اللّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَواْ وَّالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ

"Sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." [4]

Dan macam-macam kebaikan yang paling tinggi adalah kecintaan kepada
Ar-Rohim Al-Karim Ar-Rohman dengan cinta yang disertai dengan
pengetahuan tentang-Nya.

Maka kita memohon kepada Alloh agar memberi rizki kepada kita dengan
kecintaan kepada-Nya dan kepada orang yang mencintainya serta kecintaan
kepada amal yang bisa mendekatkan untuk cinta kepada-Nya. Sesungguhnya
Alloh Maha Dermawan (الجواد) dan Maha Pemurah (الكريم). Dan Taufiq
hanya milik Alloh.

***

[Diterjemahkan dari kitab Syarh Jawami'il Akhbar karya asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, hadits ke-84, sumber : http://sahab. org. Catatan kaki oleh Abu SHilah]

——————————-
Catatan Kaki :

[1] HR. al-Bukhori (3485), Muslim (2639), Ahmad (13395), Abd bin
Humaid dalam Musnad-nya (1336) dan Ibnu Mandah dalam Kitabul Iman
(1/439).

[2] HR. Ahmad (8398), Abu Dawud (4833), at-Tirmidzi (2378), Ahmad
(8389), al-Hakim (7319), ath-Thoyalisi (2573), al-Baihaqi dalam
Syu’abul Iman (9436, 9438, ), Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (3/165), Ishaq
bin Rohawaih dalam Musnad-nya (351), Abd bin Humaid dalam Musnad-nya
(1431), dll.

[3] Kami belum menemukan hadits ini dengan lafadz ini -Wallahu
A’lam-, akan tetapi banyak riwayat-riwayat lain yang semakna dengan
lafadz ini, seperti :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ
وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا
أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً
وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ
رِيحًا خَبِيثَةً

"Permisalan teman duduk yang sholeh dan teman duduk yang buruk
adalah seperti pembawa misk (sejenis minyak wangi, pent) dan peniup
bara api. Orang yang membawa misk, mungkin ia akan memberimu (misk)
atau engkau membeli darinya atau engkau akan mendapatkan darinya bau
wangi. Adapun peniup bara api, mungkin ia akan membakar bajumu atau
engkau akan mendapatkan bau yang tidak sedap."

[HR. al-Bukhori (5214), Muslim (2628), dll]

[4] QS an-Nahl : 128.



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>